Permasalahan sampah rumah tangga dan sampah non rumah tangga tidak hanya menjadi permasalahan lingkungan, tapi menjadi masalah sosial. Ribut soal sampah yang diakibatkan rendahnya kesadaran masyarakat itu sendiri dalam mengelola sampah. Praktek buang sampah sembarangan adalah cara paling gampang dilakukan. Himbauan dan ajakan membuang sampah pada tempatnya sering diabaikan.
Terkait pengelolaan sampah, pemerintah Desa Tikonu,kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka, menawarkan solusi mengatasi sampah rumah tangga agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, dengan membagikan 150 buah  komposter rumah tangga. Hal ini dilakukan sebagai ikhtiar menjaga pengelolaan sampah rumah tangga, dengan harapan masyarakat terkhusus ibu-ibu bisa mengola sampahnya dengan cara pengomposan. 
Kepala Desa Tikonu, Sabaruddin mengatakan sampah rumah tangga yang dihasilkan dari sisa sampah dapur, inilah yang paling sering menimbulkan masalah: polusi bau yang sangat mengganggu kenyamanan penciuman. Karena itu, Sabaruddin berharap melalui bantuan  komposter rumah tangga, masyarakat dapat secara bijak mengelola sampah tangganya. "Keuntungan dari mengelola komposter rumah tangga, selain bisa memanfaatkan komposnya sebagai media tanam, air lindih yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, " katanya.
Komposter rumah tangga dibuat dari drum plastik yang didalamnya dibuatkan pemisahan kompos dan air lindih. Sehingga, air lindih yang akan dimanfaatkan dapat dengan mudah diaplikasikan dengan membuka keran air lindih.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama