Pelatihan pembuatan Natadecoco dan Palm sugar menggandeng pihak fakultas pertanian Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka.
Dosen pendamping kegiatan , Anti Landu,SP,.MP, mengatakan, pelatihan ini sebagai tindak lanjut kegiatan USN yang sebelumnya di tahun 2024 menempatkan sejumlah mahasiswanya mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tikonu. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa KKN dengan bekerjasama pemerintah desa dan KWT Aisyiyah memetakan potensi unggulan yang ada di Desa Tikonu. Salah satunya terdapat potensi aren yang menghasilkan gula, cuka dari air dan kolang Kaling dari biji buah aren. "Dari situlah muncul ide untuk mengembangkan usaha dari potensi aren tersebut," kata Anti dihadapan ibu-ibu KWT pada pembukaan pelatihan.
Menurutnya, setelah melakukan riset, pihaknya mengajukan proposal ke DPPM Kemendiktesaintek Tim PKM USN yang diketuai Bustang dengan anggota Andi Iswan dan Anti Landu. Dan hasilnya mendapat dukungan pendanaan. Ia berharap setelah pelatihan tersebut, ibu-ibu bisa mengembangkan usaha pembuatan Natadecoco, palm sugar dan cuka kemasan yang dapat membantu ekonomi rumah tangga dan kelompok KWT.
Menurutnya salah satu kendala dalam pengolahan Natadecoco dan cuka ,karena ada bagan jenis bakteri yang belum bisa kita buat sendiri, sehingga masih harus dibeli dari luar. "Dan itu kita harus menunggu pesanan, tapi secara umum tidak ada kendala," katanya.
Kepala Desa Tikonu, Sabaruddin, menyampaikan terimakasih atas perhatian penuh dari pihak USN terkhusus ibu Anti Landu dan tim yang telah menyahuti usulan warga Tikonu,khususnya KWT dalam rangka pengembangan usaha melalui pelatihan pembuatan Natadecoco, palm sugar dan cuka botol.
Sabaruddin berharap, ibu ibu yang sudah memahami ilmunya bisa terus berkarya mengembangkan kegiatan pengolahan palm sugar, Natadecoco dan cuka botol. Sehingga, produksinya bisa diperbanyak dan dijual ke pasar dalam rangka menopang ekonomi keluarga dan kelompok KWT.



إرسال تعليق